rioferdinand muhammad eka putra xi ips / sma pgri depok

Judul buku Gerbang Dialog DanurNama Pengarang Risa SaraswatiNama Penerbit BukuneKetebalan Buku XII+224 halaman 1,5cmTahun Terbit Mei 2017Nomor Edisi 978-603-220-150-2 Danur berkisah tentang seorang gadis indigo bernama Risa Prilly Latuconsina yang memiliki kemampuan melihat makhluk ghaib. Sejak kecil, ia selalu kesepian. Ayahnya yang bekerja di luar negeri hanya mengunjunginya selama enam bulan sekali, sementara ibunya, Elly Kinaryasih. Bekerja sebagai seorang guru. Saat berusia delapan tahun, Risa berharap dapat memiliki teman. Keinginanya terkabul, ia akhirnya mempunyai tiga orang teman sebaya bernama William, Janshen, dan Peter yang muncul tiba-tiba. Anehnya, hanya Risa yang dapat melihat mereka bertiga. Mereka akhirnya memberitahu Risa, sebenarnya mereka adalah hantu dari zaman penjajahan Jepang di Hindia-Belanda. Sang ibu, Elly, sering melihat anaknya tertawa seolah-olah memiliki banyak teman. Merasa curiga kepada anaknya, Elly memanggil seorang dukun bernama Asep untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan Risa. Asep kemudian menunjukkan wujud asli dari ketiga sahabat Risa yang ternyata sangat menakutkan. Setelah menyadari teman-teman Risa adalah hantu, Elly segera mencari cara agar dapat memisahkan anaknya dari teman-teman gaibnya tersebut. Akankah Elly berhasil menemukanya? Buku ini memiliki cover yang sangat menarik serta tulisan pada buku yang mudah dipahami sehingga mempermudah pembaca dalam memahami isi dan alur ceritanya. Hanya saja buku ini dicetak menggunakan kertas yang buram sehingga sedikit kurang menarik untuk dibaca. Mukhammad Ali Mustofa/VIII B

Throughthis book, we can see ghosts in different kind of way. In a good way, surprisingly. Like · see review. Nov 04, 2012 Lila Cyclist rated it liked it · review of another edition. Shelves: private-collection. 3,5 stars for the novel actually. Review will be later #tidur nyenyaktanpagangguanhantu ;)

Lanjut ke konten Akhirnya kemarin setelah bolak balik maju mundur nggak jelas, saya memutuskan untuk beli novel GERBANG DIALOG DANUR. Awalnya pas ke Gramedia nggak niat untuk beli buku ini, karena genre novel ini bikin saya merinding. Dari mulai di luncurin novelnya sampe ada filmnya saya selalu ngejauhin novel ini. Karena saya nggak mau pas mau tidur kebayang ceritanya dan akhirnya nggak berani tidur sendiri. Ini cuma review ala-ala saya aja ya, untuk membagikan pendapat saya tentang novel ini. Oke balik ke novelnya, saya akan mulai bahas dari cover. Menurut saya pribadi pas pertama kali pegang novel ini lumayan serem dan saya gak berani lama-lama liat covernya. Mungkin menurut pendapat orang covernya biasa aja dan gak ada kesan menakutkan sama sekali. Tapi setelah baca novelnya covernya serasa berubah jadi lebih bersahabat alias nggak menakutkan. Di cover itu saya suka sama gambar anak kecil cowok yang duduk bareng Risa, kaya boneka aja keliatannya haha. Saya nunggu untuk baca cerita ini pas pagi hari dan banyak orang di sekeliling saya. Buat antisipasi aja sih. Tapi ternyata, jeng-jeng ceritanya gak serem sama sekali. Saya ngerasa lebih ke kasian sama kisah makhluk-makhluk yang ada di novel ini. Gak kebayang aja sekian puluh tahun masih ada didunia kaya gini, untuk menunggu orang yang disayanginya. Tiba-tiba kaya kepikiran gimana ya kalo saya bisa liat mereka hehe. Tapi abisnya saya kepikiran, kalo saya bisa liat mereka otomatis saya bisa liat makhluk yang lainnya dong nahlo merinding disko deh. Untuk jalan ceritanya sendiri dimulai saat Risa melalui masa kecilnya dan ditemani kelima sahabat hantunya, bagaimana Risa dan kelima sahabat hantunya ketemu, kemudian kenapa Piter cs ninggalin Risa sampai setelah bertahun-tahun akhirnya hantu kecil ini kembali nemuin Risa serta kisah tentang hantu-hantu lain yang ditemui Risa selama Piter cs ninggalin dia. Buat saya pribadi ceritanya cukup bagus, dan nggak nyeremin sama sekali. Saya rasa ini novel dibikin emang bukan untuk bikin pembacanya ketakutan, tapi untuk lebih mengenalkan kalau hantu-hantu itu nggak semuanya nyeremin karena mereka cuma kesepian dan butuh didengarkan. So, buat semua orang yang penakut akut seperti saya tapi penasaran sama dunia “mereka” bisa lah baca novel ini sekalipun waktu malam dan sendirian di rumah karena ceritanya cukup bersahabat. Saya nggak bisa bandingin cerita di novel ini dengan filmnya, kebetulan saya milih untuk nggak nonton filmya setelah ketakutan liat trailernya ^^ Kamu tidak sendiri, bisa jadi saat kamu membaca tulisan ini ada “dia” yang sedang duduk menemani

SLE2.